Suratku ini aku awali dengan kata-kata "AKU SANGAT MENYUKAIMU,
MUNGKINKAH RINDUKU TERBALAS?" DULU kau sering MENDATANGIKU dan MENCIUMKU.
KINI, kau tempatkan aku di tempat yang nyaman, namun itu MENYIKSAKU karena kau
JARANG BERCENGKRAMA DENGANKU. KAU LEBIH MEMILIH SIBUK BERLAMA-LAMA DENGAN SEMUA
GADGETMU.
Aku benar-benar SANGAT IRI dengan SEMUA GADGETMU yang kau miliki.
Kemana pun kau pergi, barang itu SELALU kau bawa. Saat di rumah pun kau asyik
dan rela berlama-lama dengan semua itu. Sementara aku, tetap KAU ABAIKAN. Kau
lebih memlilih SIBUK dengan semua gadgetmu yang BELUM TENTU memberi MANFAAT DAN
PAHALA.
Ketahuilah, saat kau bercengkrama denganku, satu hurufku memberi
satu kebaikan dan memberikan 10 kali lipat pahala walau mungkin kau tak tahu
maknanya. Bahkan, saat kau terbata-bata untuk berucap, kau justru mendapat DUA
PAHALA. Yaitu, pahala membacaku dan pahala karena kau kesulitan untuk
mengucapkannya.
Siapa yang BERPEGANG TEGUH kepadaku, ia TAK AKAN TERSESAT. Tapi
mengapa kau MERASA TAK BERSALAH saat jarang menyapaku? Tapi kau LEBIH MALU bila
belum membaca buku, komik, atau novel bestseller, tapi mengapa kau
LEBIH TAK MERASA MALU ketika belum selesai membacaku? Aku ada bukan untuk kau
SIMPAN DI LEMARIMU, tetapi seharusnya kau simpan di HATIMU. Tapi bagaimana
mungkin aku BERSEMANYAM DI HATIMU, bila KAU JARANG MEMBACAKU??
Aku dipelajari bukan hanya ketika kau kecil, tetapi seharusnya
SETIAP WAKTU. MENGAPA? Karena aku ini PENDAMPING DAN PELINDUNGMU. Aku bukanlah
'MAINAN' yang hanya kau baca saat kau kecil. Aku ada juga bukan hanya sekedar
menjadi MASKAWIN saat kau menikah. Bukan pula hanya untuk kau ingat saat ada
KEMATIAN di keluargamu.
Mengapa hidupmu kacau? Mengapa kau sering jatuh? Mengapa hidupmu
sering gelisah? Mengapa kau sering sekali berbuat MAKSIAT? Mengapa kau banyak
TAK MENGERTI ketentuan Tuhanmu? Itu karena KAU JARANG BERCENGKRAMA DENGANKU.
Demikian suratku untukmu yang sedang membaca, semoga kau MENGERTI semua KELUHAN dan DERITAKU. Aku ingin kau manjakan seperti SEMUA GADGETMU.
Yang rindu kepadamu,
Kitab Sucimu
Sumber: Buku "ON" bestseller
Pengarang: Jamil Azzaini
No comments:
Post a Comment